Sep 7, 2014

MELIRIK PUSAT KERAJINAN KULIT DI MAGETAN JAWA TIMUR



          Nama Kabupaten Magetan di Jawa Timur memang sudah melengenda sebagai salah satu sentra atau pusat kerajinan kulit yang ada di Pulau Jawa selain Cibaduyut di Kota Bandung, Jawa Barat.

Beberapa produk kerajinan kulit dari Magetan, seperti: jaket, sepatu, sandal, sabuk (rim / ikat pinggang), dompet, serta berbagai model aksesoris, semuanya ada disini. Produk – produk terswebut tidak hanya menguasai pasaran dalam negeri saja, namun juga telah mampu menembus pasaran luar negeri.

          Ketersediaan kulit sapi sangat mencukupi di Magetan sebagai bahan dasar kerajinan kulit, mengingat daerah tersebut merupakan salah satu pusat penghasil daging sapi terbesar di Pulau Jawa. Sebut saja Desa Janggan, di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan yang merupakan desa andalan pembudidayaan sapi.

Hampir seluruh masyarakat di Desa Janggan ini beternak sapi disetiap rumah mereka. Sapi – sapi tersebut tidak digembalakan dipadang atau untuk membajak sawah, namun dikurung dalam kandang untuk tujuan penggemukan.

Ketersediaan makanan sapi sehari – hari mudah didapatkan oleh warga desa karena alam mereka yang berada diketinggian mendukung penyediaan tumbuhan tebu berlimpah, serta suhu sejuk setempat yang sangat mendukung pembudidayaan sapi potong.

Konon keterampilan yang dimiliki masyarakat Magetan sebagai pengrajin kulit berawal dari hadirnya para prajurit Pangeran Diponegoro pada tahun 1830, yang memang memiliki keahlian membuat pelana kuda dari bahan kulit. Saat berakhinya perang Diponegoro, prajurit setia ini memilih menetap di Kabupaten Magetan.

Sejak saat itulah masyarakat di Magetan mulai mengenal dan menekuni bidang ini yang seiring berjalannya waktu mereka mampu menghasilkan berbagai jenis kerajinan kulit lainnya.

Walaupun kegiatan kerajinan kulit ini sempat terhenti saat masa penjajahan Jepang, namun mampu bangkit lagi diera tahun 1950-an sampai saat ini. Bahkan pihak Pemerintah Kabupaten Magetan bersama Pemerintah Propinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Pusat, yang bekerjasama dengan Balai Penelitian Kulit (BPK) Yogyakarta dan mengikutsertakan UNINDO (Perusahaan produsen alat listrik seperti travo), membangun sebuah Mini Industrial Eastate (MIE) atau kawasan industri skala kecil di Magetan yang kemudian disebut Unit Pelaksana Teknis (UPT) Industri Kulit dan Produk Kulit Magetan, oleh masyarakat setempat mengenalnya sebagai LIK (Lingkungan Industri Kulit).

Pemerintah Kabupaten Magetan juga terus menerus melakukan pembinaan berupa pelatihan, dengan tujuan meningkatkan kualitas serta daya saing dari hasil produksi kerajinan kulit yang juga setiap tahunnya mengikuti trend mode.

Disamping itu pemerintah ikut membantu dalam penyediaan fasilitas mesin yang dibutuhkan para pengrajin kulit, didukung dengan kemudahan memperoleh pinjaman modal usaha melalui lembaga keuangan setempat. Pertumbuhan jumlah pengrajin kulit di Magetan selama ini telah mencapai ratusan pengrajin yang tersebar diberbagai Kecamatan, dan telah menyerap tenaga kerja hingga ribuan orang.

          Pusat atau sentra pemasaran produk kerajinan kulit di Magetan berlokasi di Jalan Sawo dan Jalan Diponegoro. Diarea yang tertata rapi ini ramai berdiri bangunan art shop yang menjual semua jenis produk kerajinan kulit. Lokasi ini sangat strategis karena berada tepat pada jalur utama menuju tempat wisata Telaga Sarangan. Sentra yang letaknya sekitar 1 Km dari alun – alun Kabupaten Magetan menujun arah barat.














No comments: