Dec 19, 2012

PRIA METROSEKSUAL

          Menurut Wikipedia.Com, istilah metroseksual mulai populer pada tahun 1994. Istilah ini berasal dari 2 kata, yaitu: metropolitan dan heteroseksual.

Dikatakan bahwa metroseksual merupakan gaya hidup dari pria perkotaan yang lebih mengikuti konsep hidup moderen serta memiliki penghasilan lebih, yang sangat peduli akan penampilan dan citra dirinya. Gaya hidup mereka erat kaitannya dengan konsumerisme, kapitalisme, bahkan berperilaku narsisme. Pria metroseksual lebih memberi perhatian akan penampilan mereka, serta cenderung peka mengikuti mode (misalnya memilih pakaian yang bermerek ), dan juga memiliki kebiasan merawat diri (grooming) seperti kebiasaan yang lazim dilakukan kaum perempuan.

          Beberapa faktor pemicu munculnya gaya hidup pria metroseksual, antara lain:

- Faktor kesadaran untuk ingin tampil lebih menarik dari sebelumnya agar mampu menyaingi bahkan memikat perhatian para wanita moderen yang kelihatan memiliki tubuh sehat, segar, bersih, dan cantik mempesona, akibat gaya hidup wanita moderen yang mapan di kota besar dalam melakukan ekstra perawatan tubuh dan terapi kecantikan di salon kecantikan, klinik dan spa, aktif menjaga kebugaran tubuh di tempat olah raga seperti gym, dan sebagainya.

- Pengaruh dilingkungan kerja, dimana hampir semua perusahaan saat ini mengharuskan karyawannya untuk berpenampilan menarik sebagai nilai etika untuk tampil lebih eksekutif saat menghadapi para relasi perusahaan.

- Pengaruh tren budaya masyarakat moderen saat ini terutama yang hidupnya diperkotaan dalam strata sosial high class.

Semakin bertumbuhnya pria metroseksual dimana – mana saat ini, lebih disebabkan oleh cepatnya informasi yang tersebar melalui berbagai media dan tingkat perkembangan status sosial karena ekonomi.

          Dahulu beberapa dekade yang lalu jika pria berpenampilan modis, apalagi berdandan, melakukan perawatan tubuh ke salaon, maka stigma yang melekat adalah istilah (maaf) bencong, gay, dan sebagainya.

Namun saat ini penilaian tersebut menjadi terbalik, dimana gaya hidup pria seperti diatas tadi malah menjadi pengakuan masyarakat sebagai pria berkelas, yang lasimnya disebut pria metroseksual.

Para pria metroseksual belum tentu masuk kategori gay atau banci. Banyak pria normal yang menganut gaya hidup metroseksual karena ingin tampil mempesona, terutama dimata lawan jenis.

Kita lihat contoh pada tahun 2002 Simpson's Salon.com yang mendaulat David Beckham sebagai icon / model pria metroseksual di dunia.

          Gaya hidup pria metroseksual sah – sah saja untuk dilakukan selama tidak melanggar batas normatif dari nilai ajaran agama, serta tidak mengusik harmonisasi kehidupan dari komunitas masyarakat yang berada disekelilingnya.

Nah..... gimana. Apakah anda para pria ingin juga memiliki gaya hidup metroseksual?


No comments: